SUARAPGRI - Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, salam sejahtera bagi rekan-rekan guru diseluruh tanah air. Informasi terbarru seputar ibu guru yang sangat hebat dan luar biasa selama 10 tahun mengajar ditemani dengan penyakit kanker.
Hati Wariniati sungguh sangat mulia. Meski terkena penyakit kanker stadium tiga, wanita usia
56 tahun tersebut tetap bersemangat menjalani profesinya sebagai guru SMAN 2
Tarakan, Kalimantan Utara.
Padahal, kondisi fisiknya sebenarnya sudah bikin mengelus dada. Ibu
empat anak itu sudah kehilangan satu payudara. Dia juga mesti harus
bolak-balik Tarakan-Surabaya untuk menjalani perawatan.
“Saya baru saja dari Surabaya hari Minggu lalu. Minggu depan lagi saya
harus kembali lagi ke sana,” katanya pada reporter Radar Tarakan Mega
Retno Wulandari, Rabu (27/7).
Wariniati telah mengabdikan dirinya menjadi tenaga pengajar dari tahun 1982.
Dari kota Parepare, Warniati sudah mengajar di berbagai sekolah. Namun,
dirinya baru menjadi pegawai negeri pada tahun 1983.
“Saya itu pernah disetrap (hukum berdiri) di IKIP Ujung Pandang
(sekarang Universitas Makassar) karena waktu itu ada demo kedatangan
menteri pendidikan. Saya cuman lihat aja tapi yel-yelnya saya yang
buatkan, makanya SK saya ditahan satu tahun,” ujarnya.
Kukunya yang biasa putih bersih kini terlihat kehitaman. Bulu alis dan
matanya pun nyaris tidak terlihat karena rontok akibat kemotheraphy yang
dijalaninya setiap tiga minggu sekali.
Meskipun tidak dapat bertahan duduk dengan sempurna, Warni tetap lancar
menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan. Seakan menyembunyikan rasa
sakitnya, Warni melemparkan senyumannya yang manis.
Dalam keadaan berbaring, sesekali dirinya terhenti bercerita, namun
tetap dilanjutkannya dengan lancar. Warni benar-benar harus berjuang
melawan kanker yang sudah dideritanya sepuluh tahun terakhir.
“Waktu pensiun saya masih lama, tapi keadaan penyakit saya yang membuat
saya harus mempercepat pensiun. Kalau saya sudah sembuh nanti, saya
tidak akan pernah berhenti untuk mengajar, saya akan tetap kembali ke
dunia pendidikan, karena Bahasa Indonesia itu mengikuti perkembangan
waktu,” pungkasnya sambil menadahkan tangan.
sumber : jpnn.com
Demikian informasi yang kami bagikan, semoga dari kisah ibu Wariniati ini bisa menginspirasi dan bermanfaat rekan-rekan guru lainnya dalam mengajar dan mencerdaskan putra putri bangsa menjadi yang berguna untuk nusa dan bangsa.

0 Response to "Terharu! Ibu Guru yang Hebat, Selama 10 Tahun Mengajar Ditemani Penyakit Kanker"
Posting Komentar